Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019

Keluarga Besar SMP Negeri 232 Jakarta.

Memberikan Reward (penghargaan) kepada beberapa peserta didik

Prestasi Peserta didik SMP Negeri 232 Jakarta.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selamat Datang di Blog SMP Negeri 232 Jakarta. Terimakasih atas kunjungan anda. Jangan Lupa Komentar Like dan Share

Wikipedia

Hasil penelusuran

Translate

Pengikut

PENGAMBILAN IJAZAH DAN SKHUN TAHUN 2016

Bagi Peserta didik Kelas 9 Tahun pelajaran 2015/2016 yang sudah CAP 3 JARI IJAZAH & SKHUN bisa diambil hari ini di Ruang Tata Usaha.
Hari/Tanggal : SENIN / 18 Juli 2016
Pukul :Jam 08.00 - 17.00 WIB.

TIDAK DIWAKILKAN, DAN YANG BELUM CAP 3 JARI HARAP SEGERA
NB : Berpakaian seragam sekolah (jika tidak berseragam tidak dilayani)
Tolong Informasi kan ke teman kalian. terimakasih.
Kaur TU.

SMPN 232 Jakarta Sukses Gelar PLS dan Kampanyekan Anti Narkoba

Tiga hari sudah pelaksanaan kegiatan bagi siswa baru memasuki tahap masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang dilakukan SMPN 232 Jakarta dimulai Senin 18 juli sampai Rabu 20 juli. SMP Negeri 232 Jakarta pada tahun ajaran 2016/2017 ini sukses melaksanakan kegiatan PLS yang sebelumnya dikenal Masa Orientasi Siswa (MOS) diikuti sebanyak 286 siswa baru hasil dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2016.Rabu (20/07/2016).
Drs. H. Amranuddin





Awalnya pelaksanakan PLS di mulai Senin pagi diawali dengan kegiatan upacara pembukaan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi siswa baru tahun pelajaran 2016/2017 di lapangan upacara.

Bapak Sukandar S.Pd selaku Kepala SMPN 232 Jakarta mengatakan, PLS merupakan tahapan penting bagi siswa baru untuk lebih mengenal lingkungan sekolah agar dapat memahami suasana rumah baru calon siswa, agar kelak dapat nyaman dan menyenangkan dalam mengikuti kegiatan proses belajar sekolah “.

Lebih lanjut Bapak Sukandar S.Pd menjelaskan, tentunya ada perbedaan ketika di SD baik lingkungan belajar maupun materi belajar, keduanya berkaitan dalam meraih hasil belajar yang maksimal. Sebelumnya calon siswa baru wajib mengikuti MOS atau yang kini disebut PLS, tujuannya agar mereka lebih mantap beradaptasi dan berinteraksi satu dengan lainnya dalam suasana belajar baru, serta level tingkatan sekolah bertambah,“ Ucapnya.


Bapak Drs. H. Amranuddin selaku Pengawas SD Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur mengatakan konsep PLS di SMPN 232 Jakarta dilakukan dengan menyenangkan tanpa ada kekerasan bahwasanya bergembira bersama bersekolah dalam meneguhkan cita-cita,“ Katanya.

Bapak Drs. H. Amranuddin menjelaskan, PLS dilakukan dengan penuh suasana yang menyenangkan, bergembira dengan materi yang dikemas rileks, tanpa mengurangi tema materi yang diberikan pemateri dari dewan guru SMPN 232 Jakarta. Adapun materi yang diberikan antara lain: organisasi kelas, cinta tanah air, motivasi, simulasi permainan berkarakter dan lain-lain “ Jelasnya.


Bapak Ibu Guru SMP Negeri 232 Jakarta


Peserta Didik SMP Negeri 232 Jakarta


Bapak Sukandar, S.Pd

Shofie syahria mahram, selaku Ketua Osis SMPN 232 Jakarta mengatakan PLS di SMPN 232 Jakarta tetap melibatkan pengurus OSIS, yang di pilih dari unsur pengurus inti, seperti Ketua, Sekretaris lalu koordinator bidang. Sebab keterlibatan para pengurus OSIS memberikan dampak yang positif, khususnya dalam membantu kelancaran kegiatan dan memberikan informasi yang baik atas pengalaman mereka dalam bersekolah di SMPN 232 Jakarta,“ Katanya.

Bpk Sutrasno


Sedangkan Bapak Sutrasno dari Posek Pulogadung Jakarta Timur dalam penyuluhan bahaya narkoba pada siswa baru di SMPN 232 Jakarta mengatakan mengajak siswa siswi di SMPN 232 Jakarta untuk menjauhi narkoba dan efek bila memakai narkoba,” Bila kita memakai narkoba, sekitar 13 ribu saraf kita rusak, hingga pada akhirnya merusak generasi bangsa,“ pesannya.(operator).